Wah, McDonald’s Larang Karyawannya Makan Burger & Kentang Goreng

MCD melarang makan BurgerBekasi— Manajemen restoran makanan cepat saji terkenal, McDonald’s, melarang karyawannya sendiri mengonsumsi burger dan kentang goreng.Padahal, kedua makanan inilah yang dibikin dan diperjualbelikan di restoran cepat saji yang tersebar di berbagai negara di dunia ini.Larangan mengonsumsi makanan cepat saji itu tercantum dalam situs karyawan McDonald’s , McResource, pada bulan lalu.Di situs internal perusahaan itu disebutkan bahwa makanan yang ada di restoran itu adalah makanan tak sehat. Sebagai ilustrasi, manajemen restoran menampilkan perbandingan produk McDonald’s  dengan menu lain yang lebih sehat.

Seperti dilansir situs rt.com beberapa waktu lalu, perusahaan yang memiliki 700 ribu karyawan di dunia ini  menyebut burger dan kentang goreng sebagai ‘makanan tak sehat’, dan makanan yang dijual pesaingnya adalah ‘pilihan lebih sehat’.

Menu restoran pesaing McDonald’s ini adalah sandwich, air putih, dan salad.

Di situs internal McDonald’s tertulis peringatan sebagai berikut: ‘orang-orang dengan tekanan darah tinggi, diabetes, dan penyakit jantung harus hati-hati memilih makanan cepat saji karena makanan ini mengandung  tinggi lemak, garam, dan gula’

Juga, mengingatkan ‘pembatasan konsumsi keju, bacon, dan mayonnaise’.

Informasi ini pun mengundang  perhatian banyak orang, dan direspons manajemen McDonald’s dengan pernyataan: ‘Situs ini menyediakan informasi yang bermanfaat dari pihak ketiga tentang banyak topik, di antaranya kesehatan dan kesejahteraan.  Juga, informasi dari pakar tentang makan sehat dan membuat pilihan yang seimbang. McDonald’s setuju dengan saran ini’.

Meskipun seorang juru bicara untuk McDonald’s, Lisa McComb, kepada CNBC mengatatakan bahwa situs perusahaan ‘tidak menyarankan menghindari makanan siap saji’, namun informasi McResource telah membikin kontroversi.Di tengah kontroversi ini, para karyawan McDonald’s di lebih 100 kota di Amerika Serikat menuntut kenaikan upah sebesar 15 dolar AS. Nilai ini dua kali lipat dari upah yang ada sebesar 7,5 dolar AS per jam. (Kabar24.com)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s