Enaknya Pecel Madiun Kembang Turi, yang langka !

Turi MerahMelintasi daerah pinggiran sawah di kampung, tiba-tiba mata saya dimanjakan oleh deretan pohon turi yang menjulang semampai. Berderet rapi di pinggir pematang sawah sambil memamerkan kuntum-kuntum bunganya yang putih dan merah mengayun lembut ditiup angin. Wah, rasanya sudah lebih dari sepuluh tahun saya tak menikmati krenyes-krenyes renyah kembang turi.

Ya, tepatnya pecel kembang turi atau bunga turi. Meskipun dicampur dengan tauge, bayam, kenikir atau kecipir tapi tekstur bunga turi memang terasa berbeda. Helai kelopak bunganya terasa renyah, sedikit alot tetapi setelah disiram kuah pecel yang nyemek-nyemek pedas gurih, sensasi di lidah sangat dahsyat! Saya yakin bukan cuman saya seorang yang mabuk rindu berat mecel kembang turi ini. Pokoknya yang pernah mencicipi dahsyatnya pecel kembang turi bakal teringat-ingat terus.  Jadilah air liur saya nyaris menetes membayangkan kembang turi yang diguyur sambel pecel gurih pedas. Sluuurp!

Sebenarnya tak ada yang istimewa dari pohon turi yang bernama Latin Sesbania grandiflora. Pohonnya tinggi, ramping, dengan daun-daun kecil oval mirip daun flamboyan dan tak banyak cabang. Nenek saya menanam pohon turi di pinggiran kebun ubi jalar dan kacang tanah. Menurutnya, pohon turi bisa untuk menyuburkan tanah. Belakangan baru saya tahu kalau hal tersebut disebabkan oleh kandungan nitrogen yang ada pada akar turi. Buah turi sendiri, menjulur panjang mirip kacang panjang, bijinya bundar sangat banyak. Kadang-kadang nenek saya membuat tempe dari biji turi ini, rasanya gurih mirip kedelai.

Kembang Turi Putih-1Bunga turi ada dua macam, yang putih dan yang merah. Bunga yang merah sebenarnya lebih cantik tetapi tidak enak dimakan karena agak pahit, justru manfaatnya buat kesehatan lebih baik dari bunga yang putih. Kelopak bunganya berbentuk mirip bulan sabit, setengah melengkung dan saat mekar, akan terbuka, mirip sayap kupu-kupu dengan juluran benang sari berwarna kuning. Benang sari inilah yang memberi rasa pahit saat dimasak, karenanya selalu dibuang atau dibersihkan. Yang menarik, batang pohon turi sering merekah-rekah dengan warna cokelat kemerahan. Konon getah pohon turi ini bisa dipakai sebagai pewarna, kulitnya juga bisa untuk obat direbus dengan air sisakan satu gelas diminum pagi dan sore.

Memburu kembang turi di Jakarta sangat sulit, Jakarta gak ada sawah yang ada hutan beton. Karena itu Mertua saya pernah wanti-wanti baby sitter kami yang pulang mudik ke Pemalang untuk membawa sekantung biji turi. Tekadnya, cuman ingin menanam pohon turi di kebun sendiri. Dengan penuh hati-hati, biji yang sudah bersemi setinggi 10 cm diberi pagar bambu.

Tak terasa, setelah beberapa minggu pohon mulai menjulang tinggi. Aduh senang bukan main hati mertua  saya!  dan sekarang kebun kami penuh dengan pohon turi yang sekaligus merupakan rumah makan kami yang menyediakan pecel dan makanan khas Jawa Timuran.

Karena itu pula sebelum kembali ke Jakarta, saya pun mblusak-blusuk pasar Slawi, Tegal mencari kembang turi. Beruntung, 2 kilogram kembang turi yang dimiliki satu-satunya pedagang sayur boleh saya beli seharga Rp. 10.000,00. Biarpun harus menenteng tas berisi kembang turi ke dalam Bus hati saya puas sekali. Nah, kalau Anda ingin mencicipi pecel kembang turi, cara membuatnya mudah. Setelah kembang turi dibersihkan (dibuang yang layu dan benang sarinya), dicuci bersih. Biasanya kembang turi yang belum terlalu mekar atau yang mekar satu dua helai kelopak bunganya yang dipilih untuk sayur. Kalau sudah mekar rasanya lebih liat mirip serat.

Es Kocha dan Pecl TuriUntuk memasak, bisa langsung dikukus dalam kukusan yang sudah panas selama paling lama 10 menit. Bisa juga direbus dalam air mendidih yang diberi sedikit garam, begitu masuk, aduk-aduk sebentar, setelah layu, angkat dan tiriskan di atas tempat dari bambu. Langsung siram dengan air es atau air dingin. Agar tak berair, peras kembang turi dan biarkan dingin. Hasilnya, kembang turi yang dikukus tidak berair, lebih lembut. Jadi, terserah selera saja. Sayuran lain bisa ditambahkan, setelah disiram bumbu pecel yang kental, aduk-aduk dan nikmati dengan tempe bacem, irisan tempe kering atau peyek kacang tepung beras khas Madiun! dan srundeng kelapa.

Mba ElliNah bagi anda yang tinggal di sekitar bekasi, cibubur dan sekitarnya bisa mampir ke rumah makan kami Pondok Citra Saung Lesehan dengan menu andalan pecel madiun kembang turi.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s